Hakunamatata

Hakunamatata
keep fighting for them! :)

Selasa, 30 November 2010

Kisah Pohon Apel

Suatu ketika, hiduplah pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di bawah teduh dan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula, pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu.

"Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu. "Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."

Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang; tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu. "

Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel.

"Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?"

"Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo bermain-main lagi deganku," kata pohon apel.

"Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"

"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah ." Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian."Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu."

"Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu.

"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel.

"Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu.

"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.

"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki. "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu."

"Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Ini adalah cerita tentang kita semua.Pohon apel itu adalah orang tua kita.Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.

Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita..

*God Bless ya..

Ngantuk sial!

Aduhhh.. selesai makan siang, kenyang bangedd!! :)
Tapi aneghnya, setiap kali abis makan siang, langsung ngantuk! ya ampyuuunn...
Ini mata enggak bisa diajak kompromi.. hoaammm!!! Pengen banged tidur sebentar.. tp maluu banged kalo tiba2 Madam ngeliat gw! huaaahh.. Kerjaan terbengkalaiiii,, ga ngantuk ajah udah ga beres2! kebayangkan kalo ngantuk! GA KONSENTRASI! Udah mana ACnya dingin banged! mendukung sekali buat selimutan! *sumpahhhh nyamann banged!
Ada ga sih kiat2 biar ga ngantukk sehabis makan?? arrrgghhh... jadi ga konsen banged kerja!!
Biasanya gw cubit2in jari gw atau lari k kamar mandi n cuci muka! *cara yg ampuh bagi gw tapi pas abis dari kamar mandi, udah gw lap muka pake tisue,, GW NGANTUK LAGI!! HAaarggghhh.. temen sebelah gw ajeh sempet tidur sebentar sambil earphone dkuping! huahh. sirik gw! Mauuu tidurrr!!

Mudah2an ajah dengan ngepost, bikin gw ga ngantuk lagi! hemm.. SEMANGAT DEVA! *memotivas diri sendiri ^^
Jangan kaya kebo donk dep! Abis makan ngantuk!

DevaSianipar :)

Senin, 29 November 2010

makasih ibu guru.. ^^

huahh.. badan terasa capekk bangedd! duduk dipojokan angkot kayanya angle yg paling pas BANGED! bisa nyender2an, mesra2an dah ama nyh angkot! Badan udah kaga ada tulangnya, mau nyenderan ajeh!
owhhiyaa.. itu gw baru ajah turun dr mobil Bang Volter,,  baru ajah nyampe Jakarta nan tersiksa.. abis pelayanan d Parongpong! *was Great^^

Baru ajahh duduk sebentar n meremin mata sejenak, ada wanita yg naek ke angkot gw,, dalam hati bilang, "Seperti kenal..!!" dan ternyata emang kenal.. hehehe Ibu guru waktu SMP d Ciracas,, hohoho
selayaknya orang yang kenal pasti ngobrol yah.. dia tanya2 kabar, n keluarga gw.. dy tanya2 tentang kaka gw, gw, ade gw.. kita bertiga pernah diajar dy, mknya dy tanya.. hhihi

 Dy tanya kaka gw udah kerja belom, kuliah gw gmn, c reno kuliah apa belum.. yah gw jawab ajah dengan jujur, kaka gw udah gawe, gw kuliah, n reno nganggur dulu ampe gw lulus.. biar enyakk bisa nafas! hehe
dan kata2 yang paling gw suka adalah pas dy bilang kita ber3 anak2 yang baik.. *hah?? maksudnya? apa nyh bu??
siapa yg idungnya ga kembang kempis dibilang anak yg baik, padahal gw ga baik2 amad kok! spontan gw lansung tanya donk,, baik knp! n dy bilang kita baik karna mengerti mama.. *ouchhh.. gw langsung tersentuh dah.. dan dy bilang juga.." kalian sangat diberkati Tuhan, kalo ibu ingat masa2 kalian SD,, yah Tuhan pasti buka jalan.."

wow,, gw langsung kepikiran masa2 sekolah gw yg susahhhh bangaddd mulai dr SD, SMP, SMA!! n langsung ngerasa terberkati sangatt dengan kata2 ibu guru!! God is good, all the time! ibu guru juga ngerefresh gw untuk ngeliat perjuangan nyokab n bokap,, weww *they're a great parents n especially mom!,, ibu guru bilang orang batak akan ngelakuin apa ajah yg halal biar maju, kecuali mereka yg tidak takut Tuhan..!

*Yah walopun sebenarnya ga hanya orang batak ajah sih yg memperjuangkan anak2 mereka dengan ngelakuin apa ajah biar anak2nya maju!
dan sebenarnya bukan bataknya atau apapun sukunya itu yang mau gw saksikan disini, tp gw mau say: Thanks banged buat bu guru yg udah ngasih wewejang buat tetep berserah ama Tuhan, dy *Ibu Guru yakin kita bertiga bakalan sukses,, asalkan kita jangan pernah lupa sama Tuhan.. yes, i wil mam! pray for us, k?! ^^

Thanks God, udah memberkati aku n keluargaku.. please bless mam n her family toO..^^